SUARAPOS.CO.ID, Palembang – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menunjukkan komitmen kuatnya dalam memastikan tata kelola yang transparan dan akuntabel menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV dan Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) V Sumatera Selatan Tahun 2025.
Langkah strategis ini diwujudkan melalui audiensi dengan Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sumatera Selatan, yang berlangsung di Kantor BPKP Sumsel pada Senin 28 Juli 2025.
Pertemuan penting ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Muba, Kyai Rohman, yang mewakili Bupati H M Toha SH. Turut mendampingi Plt Asisten I Setda Muba Ardiansyah SE MM PhD CMA, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Muba Dr M Fariz SSTP MM, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Herryandi Sinulingga AP, serta Ketua KONI Muba Marjoni Khalik SE. Dari pihak BPKP, hadir Koordinator Pengawasan Afandi SE dan Auditor Ahli Madya Ernaldi Taqwinda SE MSi.
Wakil Bupati Muba, Rohman menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat BPKP Sumsel. Beliau menegaskan bahwa sinergi dan pendampingan dari BPKP sangat krusial untuk memastikan seluruh persiapan dan penyelenggaraan event olahraga ini berjalan sesuai ketentuan hukum dan dengan tata kelola yang baik.
“Kami ingin penyelenggaraan Porprov dan Peparprov di Muba berjalan lancar, aman, dan sesuai ketentuan hukum. Karena itu, kami membangun silaturahmi dan memohon pendampingan dari BPKP. Ini penting karena yang kami kelola adalah uang negara. Harapan kami, kegiatan ini menjadi tonggak kemajuan Muba,” ujar Wabup Rohman.
Rohman juga menambahkan bahwa Pemkab Muba berkomitmen untuk selalu terbuka terhadap evaluasi dalam setiap aspek tata kelola pemerintahan, tidak hanya untuk event olahraga ini.
Sementara, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Muba, M. Fariz, menjelaskan detail persiapan event.
Porprov XV dijadwalkan pada 18–31 Oktober 2025 dan Peparprov V pada 1–7 November 2025, akan mempertandingkan 34 cabang olahraga di 24 venue. Saat ini, kesiapan venue telah mencapai 80 persen.
“Beberapa pekerjaan utama seperti pengaspalan sirkuit dan pemeliharaan venue sudah masuk proses tender. Penataan halaman dan estetika venue juga sedang berjalan, dengan dukungan dana lebih dari Rp10 miliar dari provinsi,” jelas Fariz.
Ia menambahkan bahwa pembangunan sarana dan prasarana sebagian juga dibiayai melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan mitra, yang prosesnya akan tetap didampingi oleh BPKP dengan mengedepankan prinsip good governance.
















