Siswanto menambahkan, proses terjadinya hujan es, biasanya akan muncul dari awan comulonimbus (CB). Secara visual awan tersebut akan terlihat secara fisik seperti bunga kol berwana hitam keabu-abuan. Dengan tinggi dasar awan yang relatif rendah dan memiliki tingga puncak awan menjulang tinggi.
“Awan tersebut memiliki suhu -100 cc. Ketika awan ini menjadi hujan bitiran yang jatuh ke permukaan bumi masih berukuran besar seperti pecahan es,” terangnya.
Sumber : simbursumatera.com
















