“Maka berangkat dari sini menteri kita (Kemenag RI) dengan jajarannya telah konsultasi dengan Kementerian terkait itu bagus matoa, atau alam kita hampir sama dengan asalnya matoa ini di Papua sana. Jadi kira-kira itu hari ini sekaligus gerakan yang rill, positif dan gerakan mendukung program Presiden sekaligus memperingati hari bumi sedunia yang jatuh pada 22 April 2025,”sambungnya.
“Jadi penanaman pohon matoa ini dilakukan dibeberapa titik lokasi, Kementarian Agama di Asrama Haji, kami di areal sekolah-sekolah dan dalam edaran itu dapat manfaatkan lahan-lahan diinstansi terkait seperti rumah-rumah ibadah, KUB dan tempat tempat strategis lainnya,”tutup Firmantasi.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pangkalpinang, Bartholomeus Suharto mengapresiasi kegiatan penanaman pohon matoa yang dilakukan Kemenag Kota Pangkalpinang. Terlebih menurutnya saat ini banyak pihak lupa hari Bumi Sedunia, apalagi mau menanam pohon.
“Saya senang masih ada elemen masyarakat atau lembaga yang memperingati hari Bumi dengan menanam pohon,”sebut Suharto.
Apalagi menurutnya, bumi telah banyak mengalami perubahan terutama kondisi alam yang sudah rusak akibat ulah manusia.
“Dulu mencari ikan di sungai masih gampang air sungainya juga jernih, tapi sekarang sudah banyak keruh dan kotor,”jelasnya. (ADV)
















