fddf
previous arrow
next arrow
Lingkungan Hidup

Dari Penebang Kayu Jadi Penggerak Wisata: Kisah Ritno Ubah Wajah Desa Nyarai

70
×

Dari Penebang Kayu Jadi Penggerak Wisata: Kisah Ritno Ubah Wajah Desa Nyarai

Sebarkan artikel ini
Aktivitas trekking di kawasan Desa Sejahtera Astra Nyarai yang menawarkan potensi wisata alam berupa lubuk dan kolam alami di kawasan Bukit Barisan. Pengembangan ekowisata ini menjadi alternatif sumber penghidupan masyarakat yang sebelumnya bergantung pada aktivitas penebangan kayu di kawasan hutan.
Aktivitas trekking di kawasan Desa Sejahtera Astra Nyarai yang menawarkan potensi wisata alam berupa lubuk dan kolam alami di kawasan Bukit Barisan. Pengembangan ekowisata ini menjadi alternatif sumber penghidupan masyarakat yang sebelumnya bergantung pada aktivitas penebangan kayu di kawasan hutan.

SUARAPOS.CO.ID, PADANG PARIAMAN — Perubahan besar kerap berawal dari langkah kecil. Itulah yang terjadi di Desa Nyarai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat. Di balik transformasi desa yang kini dikenal sebagai destinasi ekowisata, ada sosok Ritno Kurniawan—pria yang dulunya menggantungkan hidup dari menebang kayu di hutan.

Beberapa tahun lalu, kehidupan masyarakat Nyarai tak jauh dari aktivitas penebangan kayu. Dengan penghasilan sekitar Rp100 ribu sekali angkut, pekerjaan itu dilakukan hingga tiga kali seminggu. Selain berisiko tinggi, aktivitas tersebut juga mengancam kelestarian kawasan Bukit Barisan.

Baca Juga  PT Timah - Kodim 0431/Bangka Barat Kolaborasi Tanam Ratusan Mangrove di Pantai Teluk Rubiah

Namun Ritno melihat sesuatu yang berbeda. Di balik rimbunnya hutan, ia menangkap potensi besar. Aliran sungai jernih, lubuk alami, jalur trekking, hingga peluang arung jeram yang belum tergarap.