SUARAPOS.CO.ID, PADANG PARIAMAN — Perubahan besar kerap berawal dari langkah kecil. Itulah yang terjadi di Desa Nyarai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat. Di balik transformasi desa yang kini dikenal sebagai destinasi ekowisata, ada sosok Ritno Kurniawan—pria yang dulunya menggantungkan hidup dari menebang kayu di hutan.
Beberapa tahun lalu, kehidupan masyarakat Nyarai tak jauh dari aktivitas penebangan kayu. Dengan penghasilan sekitar Rp100 ribu sekali angkut, pekerjaan itu dilakukan hingga tiga kali seminggu. Selain berisiko tinggi, aktivitas tersebut juga mengancam kelestarian kawasan Bukit Barisan.
Namun Ritno melihat sesuatu yang berbeda. Di balik rimbunnya hutan, ia menangkap potensi besar. Aliran sungai jernih, lubuk alami, jalur trekking, hingga peluang arung jeram yang belum tergarap.

















