TIDAK mudah ternyata menjadi seorang jurnalis, karena harus bisa paham situasi, kondisi dan lebih jeli terhadap apa yang sedang terjadi, apalagi bila sang jurnalis di tugaskan di daerah konflik, nyawa taruhannya.
Saya (Fery Santoro) disini ingin sedikit berbagi cerita, mengenang 20 tahun silam, saat saya tugas di stasiun tv swasta RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia).
Waktu itu, tahun 2003. Saya saat itu sebagai cameraman news RCTI ditugaskan oleh kantor untuk meliput di daerah konflik di Banda Aceh, saat itu tengah bergejolak pertempuran antara TNI (Tentara Nasional Indonesia) dan GAM (Gerakan Aceh Merdeka).
Buat saya, tugas pertama kali di Aceh tersebut sangat menyenangkan, karena baru pertama kali menginjakan kaki di kota yang dikenal dengan sebutan Serambi Mekkah. Namun, rasa was-was pasti ada, karena Aceh lagi bergejolak.
















