banner hut pemkot
previous arrow
next arrow
Bangka

BPJ Mengapresiasi Hadirnya Kemah Pemuda Lintas Agama

×

BPJ Mengapresiasi Hadirnya Kemah Pemuda Lintas Agama

Sebarkan artikel ini

“Adik-adik yang hadir di sini, harus mengerti kenapa orang bisa saling membenci. Karena dia hidupnya merasa eksklusif. Mudah-mudahan dengan berkumpulnya generasi muda dari lintas suku, agama dan ras melalui kegiatan kemah pemuda lintas agama ini, maka akan mencegah terciptanya bibit-bibit perpecahan,” ujar Bambang Patijaya.

Di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial, Bambang Patijaya juga mengingatkan kepada remaja untuk bijak dalam menggunakan platform media sosial. Karena, di tengah fungsinya sebagai sarana berbagi pengetahuan dan informasi yang menyenangkan, juga disalahgunakan untuk menyebarkan hal-hal yang menjurus kecemasan, hasutan dan sebagainya.

Baca Juga  Omega Coco Sungailiat Hadirkan Telur Ayam Kampung Alami, Tanpa Hormon dan Pewarna

“Adik-adik harus bisa mendeteksi informasi hoaks atau tidak. Jangan sampai adik-adik sejak usia dini, mendapat hal-hal yang keliru tentang kebangsaan, tentang kehidupan berbangsa dan bernegara, tentang bhinneka tunggal ika,” ujarnya.

Salah satu cara untuk mendeteksi dan memilah informasi dari hoaks atau kabar bohong yang memicu perpecahan, BPJ berpesan kepada anak-anak muda ini untuk terbiasa tabayyun atau crosscheck.

Karena peserta Kemah Pemuda Lintas Agama ini adalah para calon-calon pemimpin bangsa di masa depan, Bambang Patijaya menitipkan pesan untuk sejak dini melatih diri dengan kemampuan kepemimpinan. Salah satunya, dengan mengasah kepekaan dengan mahir memahami dan menerapkan sifat-sifat kepemimpinan.

Baca Juga  Tinjau Bantuan Dana Hibah, Wakil Ketua DPRD Instruksikan Biro Kesra Harus Aktif Lakukan Pendataan

Khusus sifat-sifat kepemimpinan itu, Bambang Patijaya merujuk pada pernyataan yang disampaikan Plato, seorang filsuf beberapa abad silam. Seorang pemimpin itu harus memiliki tiga budi. Pertama, pemimpin itu harus berani. Kedua, pemimpin itu bijaksana. Ketiga, pemimpin itu punya kontrol diri.

“Kalau seorang pemimpin itu berani, bijaksana, dan punya kontrol diri, maka dia akan menjadi pemimpin yang adil,” ujarnya. (**)

Tinggalkan Balasan