Warga dan pemilik usaha di sepanjang jalur tersebut turut terdampak. Mereka mengeluhkan akses masuk ke rumah dan toko terganggu akibat gundukan tanah dan genangan air yang muncul saat hujan.
Lumpur dari bekas galian juga membuat jalanan menjadi licin dan kotor, membahayakan pengendara motor.
“Kalau proyek ini untuk kepentingan umum kami dukung, tapi mohon diperhatikan juga dampaknya. Jangan sampai warga dirugikan,” ujar seorang warga Jalan Kulan.
Warga berharap Dinas PUPR Kota Pangkalpinang melakukan pengawasan lebih ketat agar kontraktor tidak bekerja asal-asalan.
Mereka juga meminta agar jalan yang rusak segera diperbaiki dan diratakan kembali setelah pemasangan pipa selesai.
Hingga berita ini tayang, media ini masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait, termasuk Dinas PUPR dan kontraktor pelaksana, guna mendapatkan penjelasan resmi mengenai kondisi di lapangan serta langkah perbaikan yang akan dilakukan.
(3doy/Buletinexpres.com)
















