Sentimen penolakan juga datang dari nelayan di Tanjung Labu, Bangka Selatan.
“Kalau tambang ini sampai beroperasi, kami pasti kena imbasnya,” ungkap Rela warga Tanjung Labu, seorang pedagang yang berjualan pembelinya banyak dari nelayan.
“Nenek moyang kami adalah pelaut, bukan penambang. Kami menolak keras penambangan ini karena penghasilan kami bergantung pada laut,” tambahnya.
Aksi yang diperkirakan diikuti sekitar 5.000 peserta ini menunjukkan betapa kuatnya penolakan masyarakat terhadap rencana penambangan di perairan tersebut.
Perjuangan panjang warga Desa Batu Beriga, yang dimulai sejak tahun 2005, menunjukkan tekad mereka untuk mempertahankan hak-hak mereka dan kelestarian lingkungan hidup di wilayah mereka.
Keberhasilan perjuangan ini kini bergantung pada tindak lanjut pemerintah pusat dan pengawalan ketat dari berbagai pihak. (NH)
















