Rakernis 2025 membahas sejumlah materi strategis seperti evaluasi kinerja Humas, edukasi penggunaan media sosial, penataan konten informasi, serta berbagai kendala teknis yang sering dihadapi jajaran humas di lapangan. Diskusi yang berlangsung juga menyinggung fenomena aduan publik yang kerap viral sebelum ditangani oleh kepolisian.
Menurut Iptu Yos, hal tersebut terjadi karena masih banyak masyarakat yang belum memahami alur pelaporan. Oleh karena itu, Humas Polres Bangka Barat akan memperkuat edukasi publik agar masyarakat tidak hanya cepat mendapat informasi, tetapi juga tahu jalur yang benar ketika membutuhkan pelayanan.
“Banyak persoalan bisa diselesaikan lebih cepat jika masyarakat memahami prosedur laporan. Karena itu, tugas kami bukan hanya menanggapi isu, tetapi juga mengedukasi agar penyampaian informasi dan keluhan berjalan sesuai mekanisme,” ungkapnya.
Polres Bangka Barat juga menegaskan komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik, termasuk memperbaiki kecepatan klarifikasi, koordinasi internal, serta pola komunikasi yang lebih humanis dan transparan.
“Pada akhirnya, kami ingin memastikan masyarakat merasa dekat dengan Polres Bangka Barat. Media sosial bukan ancaman, tetapi sarana untuk memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat,” tutup Iptu Yos.
Dengan berbagai rekomendasi dari Rakernis ini, Polres Bangka Barat berharap kualitas kehumasan semakin meningkat sehingga mampu menjawab kebutuhan informasi publik secara cepat, tepat, dan terpercaya.
















