“Anak kami besar-besar di jalan lah Pak,” ujarnya sambil tersenyum, menggambarkan perjuangan sekaligus kebahagiaan mereka.
Kini, di ambang keberangkatan ke Tanah Suci, pasutri ini berharap diberikan kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji.
Mereka juga memanjatkan doa agar dapat kembali ke Tanah Air dengan predikat haji mabrur.
Tak hanya itu, di sana nanti mereka juga akan mendoakan keluarga dan kerabat yang belum berkesempatan menunaikan rukun Islam kelima ini agar suatu saat impian itu juga bisa terwujud.
Kisah Fadli dan Arbainah menjadi pelajaran berharga bahwa dengan kerja keras yang diiringi doa dan kesabaran, tidak ada hal yang mustahil jika Allah SWT berkehendak.
Perjalanan mereka dari seorang penjual gorengan sederhana hingga menjadi calon haji adalah bukti nyata bahwa impian bisa diraih dengan ketekunan dan keyakinan. (***)
















