Lebih lanjut, ia juga menyoroti masih rentannya sistem elektronik pemerintahan terhadap berbagai ancaman siber dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari kebocoran data, serangan siber, hingga penyusupan ke dalam sistem informasi yang mengganggu pelayanan publik.
“Kita tidak bisa menutup mata terhadap berbagai tantangan serius yang dihadapi sistem elektronik pemerintahan. Ini menjadi peringatan bahwa kita harus lebih waspada dan siap,” tambahnya.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus berupaya memperkuat sistem keamanan digital serta meningkatkan kesadaran dan kapasitas SDM dalam menjaga keamanan data.
“Upaya ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga membentuk kesadaran kolektif agar seluruh pegawai memahami pentingnya menjaga keamanan dokumen strategis. Karena keamanan informasi adalah fondasi dari kepercayaan publik,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh OPD agar aktif memahami dan mengikuti kebijakan serta sistem komunikasi sandi yang telah ditetapkan. Hal ini penting untuk menghindari kesalahpahaman maupun hambatan saat implementasi di lapangan.
“Saya minta kepada Bapak Ibu semua untuk betul-betul menguasai dan mengetahui informasi terkait sistem sandi ini, supaya tidak dipersulit saat sistem ini mulai diterapkan secara menyeluruh,” pungkasnya.
















