Menurutnya, kelayakan pasar sebagai fasilitas pelayanan publik juga perlu dievaluasi. Pasar yang belum memenuhi kriteria pelayanan akan diarahkan untuk diperbaiki atau direvitalisasi.
“Pasar yang ada ini sudah memenuhi kriteria sebagai sebuah pasar yang bisa melayani publik belum? Kalau belum ya sekarang harus kita benahi. Kita revitalisasi pasarnya,” ujar Saparudin.
Persoalan sosial turut menjadi bagian dari agenda pembangunan lima tahun ke depan. Pemerintah memasukkan penanganan kemiskinan, kebutuhan rumah layak bagi masyarakat yang membutuhkan, serta stunting sebagai isu yang harus ditangani secara serius.
“Pangkalpinang misalnya tingkat kemiskinan masih ada, bagaimana kita mengatasi. Kemudian perumahan yang masih belum, perumahan orang-orang yang masih membutuhkan program-program pembangunan perumahan, kemudian penanganan masyarakat miskin, kemudian anak-anak misalnya stunting,” katanya.
Saparudin menekankan, berbagai persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan secara sendiri-sendiri oleh organisasi perangkat daerah (OPD). Menurutnya, seluruh program harus saling terhubung sehingga pembangunan dapat berjalan dalam satu arah.
“Hari ini sebetulnya kita membumikan visi-misi ke dalam program kegiatan yang harus tersinkronisasi antara masing-masing OPD. Jangan satu-satu OPD, tapi terintegrasi semua,” tegasnya.
Ia juga meminta seluruh jajaran Pemerintah Kota Pangkalpinang memahami arah pembangunan yang telah ditetapkan. Visi pemerintah kota, kata Saparudin, bukan hanya menjadi tanggung jawab pimpinan, tetapi harus dipahami oleh seluruh perangkat pemerintahan.
“Visi-visi itu kita semua, semua karyawan, semua OPD itu harus tahu semua, mau ke mana kita dibawa di Pangkalpinang,” katanya. (Suf)
















