banner hut pemkot
previous arrow
next arrow
Pangkalpinang

Pemkot Pangkalpinang Matangkan Program 2025-2029, Banjir hingga Stunting Jadi Prioritas

×

Pemkot Pangkalpinang Matangkan Program 2025-2029, Banjir hingga Stunting Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini

SUARAPOS.CO.ID, PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang mulai mematangkan arah pembangunan untuk periode 2025-2029. Sejumlah persoalan yang masih dihadapi masyarakat, mulai dari banjir, sampah, kemiskinan, perumahan, pasar hingga stunting, disiapkan menjadi bagian dari program strategis perangkat daerah.

Pembahasan tersebut dilakukan melalui Paparan Rencana Aksi Kegiatan Strategis Perangkat Daerah Tahun 2025-2029 yang berlangsung di Ruang Pertemuan Bapperida Pangkalpinang, Kamis (27/8/2026).

Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin menegaskan, penyusunan program pembangunan harus berangkat dari persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Setiap program, kata dia, harus memiliki sasaran yang jelas dan mampu memberikan solusi terhadap permasalahan kota.

Baca Juga  Hidayat Arsani: PKS Menjadi Bagian Penting Perjalanan Pembangunan Babel

“Sebetulnya kita melihat dari kondisi yang ada sekarang di Kota Pangkalpinang,” kata Saparudin.

Salah satu perhatian utama pemerintah adalah persoalan lingkungan perkotaan. Pemkot Pangkalpinang akan mendorong penguatan ketahanan lingkungan, pengelolaan sampah, serta penanganan banjir agar persoalan tersebut dapat ditangani secara lebih terarah.

“Isu-isu yang ada terkait dengan persoalan-persoalan, misalnya persoalan lingkungan perkotaan, bagaimana kita harus membuat ketahanan lingkungan, sampah, banjir, itu harus kita programkan ke depannya untuk bisa kita atasi,” ujarnya.

Selain lingkungan, sektor perdagangan juga menjadi perhatian. Sebagai kota jasa dan perdagangan, Pangkalpinang dinilai perlu memiliki fasilitas pasar yang mampu mengikuti kebutuhan masyarakat.

Baca Juga  Penjabat Wali Kota Pangkalpinang Siap Bersinergi

Saparudin mempertanyakan kapasitas pasar yang ada saat ini. Jika belum mampu memenuhi kebutuhan, pemerintah akan mempertimbangkan penambahan kapasitas maupun pembenahan fasilitas.

“Pangkalpinang ini kan kota jasa perdagangan, kita punya pasar. Pasar kita ini kapasitasnya sudah cukup belum? Kalau belum ya harus kita tambah,” katanya.