“Kami sungguh berharap ibadah ini dapat menjadi ruang bagi saudara-saudara kita untuk merenungkan diri dan memperbarui semangat. Keterbatasan fisik tidak menghalangi mereka untuk tetap memiliki semangat dan motivasi yang tinggi dalam menjalani proses pembinaan,” ungkap Aris dengan nada tulus.
Lebih lanjut, Aris menekankan bahwa kegiatan ini selaras dengan arahan dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, Dirjenpas, Mashudi, serta Kakanwil Ditjenpas Sumsel, Erwedi Supriyatno, yang terus mendorong peningkatan pembinaan kepribadian bagi seluruh warga binaan. Pembinaan kerohanian menjadi salah satu pilar penting dalam membentuk pribadi yang lebih baik dan berakhlak mulia.
Suasana ibadah virtual tersebut terasa begitu syahdu dan penuh antusiasme. Kelima warga binaan tampak khusyuk mengikuti setiap rangkaian acara, mulai dari lantunan pujian yang membangkitkan semangat, penyembahan yang mendalam, hingga mendengarkan Firman Tuhan yang memberikan pencerahan.
Kisah ini menjadi secercah cahaya yang membuktikan bahwa pembinaan kerohanian di dalam Lapas tetap hidup dan memberikan dampak positif yang nyata. Di balik tembok tinggi dan keterbatasan, iman tetap menjadi kekuatan yang membimbing dan memberikan harapan bagi mereka yang sedang menjalani masa pembinaan. (***)
















