banner hut pemkot
previous arrow
next arrow
Bangka Barat

Bantah Telantarkan Pasien, Ini Penjelasan Direktur RSUD Sejiran Setason

×

Bantah Telantarkan Pasien, Ini Penjelasan Direktur RSUD Sejiran Setason

Sebarkan artikel ini

“Hanya memang pada saat itu bila memang pasiennya ingin dilayani dan ada tanda-tanda gawat, kami kan memang bisa tangani ke IGD. Disuruh datang lagi Senin, karena rujukannya memang untuk hari Senin, bukan hari Jumat,” ujarnya.

Beda halnya bila pasien yang datang dalam keadaan darurat, tentu kata Ratno ditangani di IGD. Pihaknya pun telah menelusuri ke Puskesmas Simpang Teritip, Samsul Bahri sudah mendapatkan pengobatan di sana.

“Artinya, tidak ada pembiaran terhadap pasien itu,” terangnya.

Selain itu Ratno menegaskan, sejak berdirinya hingga saat ini, tidak ada ceritanya RSUD Sejiran Setason menolak pasien.

Baca Juga  OPM 2026, Polres Bangka Barat Tindak Dugaan Premanisme di Pelabuhan Tanjung Kalian

“Kita welcome-welcome saja bahkan rumah sakit yang menerima segala rujukan, yang di mana masyarakat Bangka Barat bila tidak dapat rujukan di mana pun tempat terakhirnya adalah RSUD Sejiran Setason,” tukasnya.

Dijelaskan Ratno, jalur rujukan bila pasiennya dalam keadaan gawat, pertama dari Puskesmas ke RSUD Sejiran Setason di bagian IGD, bukan di Poliklinik.

Bila si pasien bisa ditangani sendiri, pihaknya tidak akan merujuk pasien ke rumah sakit luar daerah, kecuali bila dokter spesialistnya memang tidak ada di RSUD Sejiran Setason.

“Tapi selama ini yang terjadi kecuali yang spesialist yang nggak ada di sini (ortopedi, patah tulang terbuka, THT) yang lain-lain bisa ditangani di sini, nggak masalah, dokter kita cukup lengkap,” kata dia.

Baca Juga  Mudik Lebaran 2026, Polres Babar Catat 32 Ribu Penumpang di Pelabuhan Tanjungkalian

Hanya saja terkait kejadian yang dialami Samsul Bahri, dokter RSUD Sejiran Setason sedang tidak di tempat karena sedang pelatihan. Sedangkan di hari-hari biasanya pelayanan berjalan lancar seperti biasanya.

“Kita nggak kekurangan dokter, cukup. Karena kan memang secara dasar dokter itu kan hanya dua. Hanya pas saat bersamaan saja kemarin itu momentnya, kalau hari-hari biasanya nggak terjadi seperti itu,” ujar Ratnosoppi. (SK)

Sumber: portaldutaradio.com

Tinggalkan Balasan