Scroll untuk baca berita
Suarapos.co.id
Example floating
Example floating
Suarapos.co.id
Suarapos.co.id
Bangka TengahHukumPangkalpinang

Kapolda Babel Sempat Marah: Penambang Illegal Kolong Marbuk dan Pungguk Kembali Ramai

14
×

Kapolda Babel Sempat Marah: Penambang Illegal Kolong Marbuk dan Pungguk Kembali Ramai

Sebarkan artikel ini

SUARAPOS.CO.ID – Maraknya aktifitas penambangan timah illegal di Kolong Kenari, Pungguk dan Marbuk di Desa Nibung Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah dalam sebulan ini membuat gerah Polda Bangka Belitung.

Tambang illegal yang dulunya ex Kobatin dan sekarang diambil alih PT Timah kini dijarah penambang yang diduga dikoordinir oknum Ketua Ormas Bangka Tengah dan seorang kolektor lama berinisial Is Koba.

“Sudah sering kami razia gabungan dari Polres Bangka Tengah, PT Timah dan Pemda setempat bahkan sudah dipasang plang himbauan dilarang menambang. Namanya masyarakat masih tetap saja membandel,”ujar Kabid Humas Polda Babel, Kombes Jojo Sutarjo, Selasa (11/6/2024).

Baca Juga  BBM Bersubsidi Mau di Jual Ke Penambang Perairan Belinyu

Jika masyarakat terus membandel, kata Jojo, pihaknya akan menerjunkan personal gabungan untuk melakukan razia secara besar-besaran.

“Pak Kapolda sempat marah tuh, nanti kami cek lagi ke lokasi dan akan dilakukan razia besar-besaran,” tegas Jojo.

Informasi dihimpun radarbabel.co jaringan suarapos.co.id, tambang illegal di lokasi tersebut dikuasai atau dikoordinir oknum Ketua Ormas Bangka Tengah inisial R.

Oknum Ketua R ini disebut mengkoodinir 100 an ponton di Kolong Kenari. Sedangkan kolektor timah Is mengkoodinir sekitar 60 ponton.

“Sehari dua lokasi itu menghasilkan pasir timah sekitar 6-7 ton. Bahkan Kolektor Is menjual hasil timah illegal ke smelter M*P. Bisa dibayangkan sekelas smelter M*P membeli timah diluar IUP, kemana aparat kepolisian kok diam saja,”kata sumber tertutup media ini yang dapat dipercaya.

Baca Juga  Kejati Babel Bidik Dugaan Kridit Fiktif Bank SumselBabel Rp21 Miliar

Menurut sumber, oknum Ketua Ormas juga sempat bermain sinetron saat dilakukan pemasangan plang larangan menambang, R juga sempat memasang tapi dia sendiri yang mengkoodinir tambang illegal.

“Ketua Ormas seperti dia tidak patut dijadikan contoh teladan. Harusnya dia ikut menjaga lingkungan malahan ikut memporak porandakan lingkungan,” ungkapnya.

“Bukan rahasia umum lagi, Kolong Kenari dan Kolong Pungguk selalu buka tutup lantaran adanya koordinasi kencang.

“Sebenarnya ini tergantung ketegasan aparat penegak hukum. Di satu sisi, kepolisian sudah benar akan melakukan penertiban, satu sisi akan berbenturan dengan apara “samping”. Abang tahu sendiri la siapa yang “berpesta” disana,” bebernya.

Baca Juga  Pj Wali Kota Lusje: Harga Ikan Relatif Murah

Sementara itu, Ketua Ormas Bangka Tengah, R sudah dilakukan konfirmasi baik ditelpon maupun dikirim pesan whatsaap tapi belum ada balasan. Hanya saja Ketua Ormas Provinsi Babel memberikan nomor telpon.

“Ajak bekawan bae dindi,”kata Ketua Ormas Babel.

Di lain pihak, Direktur PT. M*P yang disebut membeli pasir timah illegal di luar IUP masih dalam upaya konfirmasi. (doni/wahyu)

Suarapos.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *