Ia juga menyoroti prestasi Indonesia sebagai negara pertama di Asia yang mengoperasikan kereta cepat, rute Jakarta–Bandung, yang akan dikembangkan hingga Surabaya. Lebih membanggakan lagi, PPI Madiun di tahun ini berhasil meraih sertifikasi akreditasi UNGGUL.
Sebanyak 204 taruna dan taruni diwisuda pada tahun ini, tersebar di empat program studi:
Teknik Bangunan dan Jalur Perkeretaapian (TBJP): 44 taruna
Teknik Elektro Perkeretaapian (TEP): 44 taruna
Teknik Mekanika Perkeretaapian (TMP): 46 taruna
Manajemen Transportasi Perkeretaapian (MTP): 70 taruna
Tiga wisudawan meraih predikat terbaik dengan pujian (cumlaude), yaitu Afan Hanafi dari Tuban dengan IPK tertinggi 3,85, Andika dengan IPK 3,81, dan Yoke Anindia Nurulita dengan IPK 3,78. Yoke, yang berasal dari Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, menjadi satu-satunya perwakilan dari provinsi tersebut yang meraih predikat cumlaude di angkatan ini.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Slamet Rianto menyampaikan apresiasinya atas kontribusi PPI Madiun.
“Lulusan PPI Madiun mampu menjawab tantangan digitalisasi dan menjadi agen perubahan bagi masa depan transportasi Indonesia,” pungkasnya.(***)
















