Masih dalam orasinya, Prof Udin menyebutkan empat pilar pembangunan kota cerdas yang diadaptasi dari berbagai kajian ilmiah yang dapat menjadi kunci kesuksesan smart city, yakni lingkungan (Environment), masyarakat (Society), tata Kelola (Governance), dan ekonomi (Economy).
Keempat pilar tersebut katanya, menjadi dasar untuk menghadirkan kota yang manusiawi, efisien, transparan, dan didukung oleh data real time.
Prof Udin juga menekankan bahwa inovasi merupakan kata kunci pembangunan masa kini dan masa depan. Ia mendorong para lulusan, baik sarjana maupun magister, untuk terus mengembangkan inovasi di berbagai bidang tempat mereka bekerja.
“Literasi digital sangat penting bagi semua lulusan tanpa memandang disiplin ilmu. Sarjana hukum, ekonomi, atau bidang lainnya, semuanya harus menguasai literasi digital. Itu adalah kebutuhan wajib di era sekarang,” ujarnya.
Mengakhiri orasi ilmiahnya, Prof Udin menyampaikan, smart city adalah jalan transformasi bagi kota-kota di Indonesia. Dengan mengintegrasikan teknologi, desain berbasis manusia, dan data, kota-kota dapat meningkatkan kualitas hidup warganya serta mengoptimalkan sumber daya.
“Kesuksesan implementasi smart city membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat,” pungkasnya.
Pada Wisuda XXXV Universitas Pertiba, tercatat 295 wisudawan, di mana 237 di antaranya telah memiliki hak cipta atas karya atau inovasi yang dihasilkan selama studi. Capaian ini diapresiasi sebagai bentuk kontribusi nyata kampus terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan budaya inovasi.
(SUMBER : DISKOMINFO)
















