SUARAPOS.CO.ID, BANGKA BARAT — Gerak cepat Unit Reskrim Polsek Jebus, Polres Bangka Barat, membuahkan hasil. Belum genap 24 jam setelah peristiwa kebakaran terjadi, polisi berhasil mengungkap terduga pelaku pembakaran lima unit rumah bedeng kayu di RT 10, Dusun Cupat, Desa Cupat, Kecamatan Parit Tiga, Kabupaten Bangka Bara.
Seorang pria berinisial BYA (26) diamankan petugas bersama sejumlah barang bukti pada Minggu malam (13/9/2026) di sebuah rumah persembunyian milik saudari Nani, warga setempat.
Kapolsek Jebus AKP Candra Wijaya mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat serta hasil penyelidikan yang dilakukan anggota Unit Reskrim di lapangan.
Dari keterangan sejumlah saksi dan hasil pengumpulan barang bukti, polisi menemukan dugaan bahwa kebakaran yang menghanguskan lima rumah bedeng kayu tersebut bukan disebabkan kelalaian maupun korsleting listrik semata, melainkan terdapat dugaan unsur kesengajaan.
“Unit Reskrim Polsek Jebus dengan penuh ketelitian dan kesabaran dalam mengumpulkan data bukti di lapangan serta keterangan para saksi berhasil mengungkap keterlibatan BYA sebagai pelaku pembakaran rumah bedeng tersebut,” ujar AKP Candra.
Setelah memperoleh informasi yang mengarah kepada keberadaan terduga pelaku, anggota Unit Reskrim kemudian melakukan penelusuran hingga akhirnya BYA berhasil diamankan di sebuah rumah persembunyian.
Dalam pemeriksaan awal, BYA disebut mengakui perbuatannya. Polisi juga menemukan barang bukti berupa korek api jenis Tokai warna kuning yang diduga digunakan untuk memicu api.
Menurut keterangan yang diperoleh polisi, peristiwa tersebut bermula ketika BYA meminta uang sebesar Rp20 ribu kepada seorang saksi bernama Fajar.
Uang tersebut kemudian digunakan BYA untuk membeli satu botol BBM jenis Pertalite di sebuah toko di wilayah setempat.
Setelah membeli BBM, BYA disebut kembali ke lokasi dan menyiramkan bahan bakar tersebut ke atas kasur. Setelah itu, terduga pelaku membakarnya menggunakan korek api merek Tokai warna kuning.
Usai membakar kasur, BYA kemudian meninggalkan lokasi dan pergi menuju kebun miliknya yang tidak jauh dari rumah.
















