“Yang dilombakan nanti inisiasi atau kreativitas dari masing-masing kelurahan. Nanti kita kasihlah hadiahnya, minimal ukurannya sama tetapi bentuknya nanti bisa berbeda,” jelasnya.
​Mie Go menambahkan bahwa hadiah untuk juara Siskamling tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan diupayakan melalui Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Ia optimis bahwa program ini dapat terlaksana dengan baik karena dukungan dari masyarakat.
“Saya yakin dan percaya, karena ini kan lingkungan masyarakat, kewenangan dari camat dan lurah ini tidak kita lakukan untuk apa-apa. Ini untuk kebaikan kita juga,” katanya.
​Mie Go juga memaparkan target pelaksanaan program ini. Pembangunan atau renovasi pos Siskamling diharapkan selesai pada pertengahan hingga akhir Desember untuk kemudian dinilai.
“Ini saya untuk memacu supaya pos Siskamling di 42 kelurahan ini bisa berjalan dengan kondisi yang baik,” tuturnya.
​Selain itu, Sekda Mie Go juga mengingatkan pentingnya partisipasi dalam “World Cleanup Day” pada 20 September. Ia berharap seluruh OPD dan masyarakat bergotong royong membersihkan lingkungan masing-masing.
​”Ini sifatnya dunia, menggerakkan 180 negara yang serentak pada tanggal 20 September melakukan bersih-bersih lingkungan,” ujar Mie Go, seraya berharap masyarakat Pangkalpinang juga peduli terhadap kebersihan lingkungan. (RM)
















