banner hut pemkot
previous arrow
next arrow
Opini

Prabowo dan Kebangkitan Kaum Buruh

×

Prabowo dan Kebangkitan Kaum Buruh

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto (ist)
Presiden Prabowo Subianto (ist)

Oleh: Dr. Syahganda Nainggolan

Doktor Bidang Kesejahteraan Buruh

PIDATO Prabowo Subianto bergema ditengah terik matahari yang menaungi Monumen Nasional (Monas), tempat kaum buruh berkumpul sekitar 200 ribu jiwa. Kaum buruh merupakan sebuah istilah sosiologis yang sudah hancur lebur selama dua dekade belakangan ini.

Namun, di depan Prabowo Subianto, yang berkumpul tadi bukanlah kumpulan manusia individual melainkan sebuah komunal, sebuah kaum, yang bonding alias terikat dalam sebuah jiwa. Dalam pidatonya Prabowo menyebut kaum dan menyebut buruh.

Istilah buruh pun selama ini sudah dihilangkan menjadi pekerja, sebuah istilah netral tanpa jiwa. Ditangan Prabowo ratusan ribu orang tadi adalah manusia dengan jiwa, dengan ruh.

Baca Juga  Makna Allah Menolong Penolong Agamanya

Ketika berpidato, Prabowo menerangkan bahwa dia sudah menjadi tua alias orang Indonesia asli yang sudah tua. Maksudnya dia memahami bahwa kekayaan alam di Indonesia begitu melimpah ruah dan di rampok oleh para bandit-bandit dan sekaligus memiskinkan kaum buruh. Menjadi tua berarti memahami sejarah dan menguasai data.

Kemudian Prabowo mengatakan bahwa dia sudah menanyakan ke Mahkamah Agung soal kekuasaan dan kekuatan negara untuk mengambil kembali kekayaan yang dicuri para penjahat koruptor selama ini. Prabowo yakin dia akan melakukan itu.

Namun, Prabowo berharap tidak menjadi manusia kesepian, apalagi kalau kemudian kaum buruh kehilangan idealisme dengan malah membela koruptor yang jahat. Dia minta kaum buruh berjuang bersamanya.

Baca Juga  Peran Pendidikan Pertanian Genz Babel Menghadapi Masalah Tambang

Prabowo kemudian menjelaskan konsep ekonomi untuk mensejahterakan buruh. Pertama, Prabowo akan memperkuat daya beli kaum buruh melalui peningkatan upah dan memperkecil pajak upah.

Tinggalkan Balasan