“Kondisi pertanian dunia tidak baik-baik, dunia sekarang krisis pangan, karena krisis didepan mata 8,3 persen penduduk. Hari ini kita MoU kerja sama berdasarkan instruksi Presiden No 5 tahun 2011 yakni mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara terkoordinasi dan terintegrasi sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing untuk mengamankan produksi gabah/beras nasional serta antisipasi dan respon cepat menghadapi kondisi iklim ekstrim,” ujar Amran.
Amran menambahkan, penyebab produksi padi turun yaitu volume pupuk dikurangi 50%, 17-20% petani tidak bisa menggunakan kartu tani, petani hanya diberi pupuk 1 kali tanam, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di Jawa. (***)
















