banner hut pemkot
previous arrow
next arrow
Nasional

Perminas Hadapi Tiga Tantangan Kembangkan Logam Tanah Jarang di Indonesia

×

Perminas Hadapi Tiga Tantangan Kembangkan Logam Tanah Jarang di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Presiden Direktur Perminas Gilarsi Wahju Setijono (foto/ist)
Presiden Direktur Perminas Gilarsi Wahju Setijono (foto/ist)

SUARAPOS.CO.ID, JAKARTA – PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) menghadapi tiga persoalan dalam mengejar pengembangan logam tanah jarang (LTJ) di Indonesia: penerimaan masyarakat, penguasaan teknologi, dan waktu eksplorasi.

Presiden Direktur Perminas Gilarsi Wahju Setijono mengatakan perusahaan telah memperoleh Izin Usaha Pertambangan (IUP) eksplorasi LTJ dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk wilayah Mamuju, Sulawesi Barat.

Persoalan sosial menjadi tantangan awal. Menurut Gilarsi, masyarakat di sekitar wilayah eksplorasi belum sepenuhnya mengenal komoditas LTJ sehingga perusahaan perlu melakukan edukasi.

“Selain tantangan teknis, tentu ada tantangan sosial juga. Karena masyarakat di sana belum familiar. Jadi proses edukasi juga sedang terjadi,” ujar Gilarsi di Jakarta, Senin (21/9/2026), dikutip dari Tambang.co.id.

Baca Juga  'Jokowi Effect' Dongkrak Elektabilitas Prabowo-Gibran: Berpotensi Menang Sekali Putaran di Pilpres 2024

Ia mengatakan potensi gejolak sosial dalam proses pengembangan LTJ perlu diantisipasi sejak tahap awal. Edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu langkah yang ditempuh perusahaan.

“Bahwa ada gejolak sosial, pasti ada. Tapi ini persoalan edukasi saja,” kata dia.

Tantangan berikutnya adalah teknologi. Pengembangan LTJ tidak berhenti pada penemuan cadangan melalui kegiatan eksplorasi. Komoditas tersebut membutuhkan teknologi pengolahan agar dapat menghasilkan produk dengan nilai tambah.

Karena itu, kata Gilarsi, kemampuan engineering dan penguasaan teknologi pengolahan menjadi bagian penting dalam pengembangan LTJ.

Eksplorasi Lima Tahun Dipangkas

Baca Juga  Menata Ulang Keadilan Ekonomi Media di Era Platform Digital

Perminas juga berupaya memangkas waktu eksplorasi. Gilarsi mengatakan perusahaan tengah mempelajari metode accelerated exploration dan speedy exploration untuk memperoleh gambaran potensi LTJ lebih cepat.

“Yang ketiga adalah waktu. Bagaimana kita bisa mengompres waktu,” ujar Gilarsi.

Dalam roadmap sebelumnya, eksplorasi diproyeksikan berlangsung sekitar lima tahun. Kini Perminas menargetkan gambaran awal potensi LTJ dapat diperoleh dalam waktu sekitar sembilan bulan.