Jawaban yang disampaikan Togar Tohet tersebut dinilai kurang sesuai dengan prinsip demokrasi dan kebebasan berpendapat dan dikawatirkan berpotensi menimbulkan efek intimidasi.
Sebab, dalam demokrasi yang sehat, kebebasan berpendapat dan ruang publik yang terbuka merupakan fondasi penting bagi pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
“Jika benar akan melakukan kontrol publik, maka dia ini sesunguhnya tidak paham apa yang dimaksud dengan demokrasi,”ujar Togar.
“Lebih parahnya, kalau dia tidak berniat menyampaikan itu, justru dia sesunguhnya tidak paham dengan pertanyaan panelis,” sambungnya. (***)
















