“Kami berharap ke depan bisa dibantu untuk mewujudkan prasarana pelatihan berupa BLK agar kegiatan pelatihan bisa lebih optimal. Ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Kota Pangkalpinang,” ujarnya.
Program peningkatan kompetensi tenaga kerja ini juga sejalan dengan visi Wali Kota Pangkalpinang dalam meningkatkan kualitas pekerja lokal agar siap menghadapi dinamika ekonomi pasca turunnya sektor tambang timah di Bangka Belitung.
“Kita tidak hanya menyiapkan tenaga kerja untuk kebutuhan lokal, tetapi juga untuk bisa bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Kualitas SDM menjadi kunci agar masyarakat Pangkalpinang tetap berdaya dan berkompetisi,” tutur Dessy.
Cece Dessy menambahkan, keberhasilan program peningkatan kualitas tenaga kerja tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan peran aktif masyarakat dalam menjaga stabilitas dan mendukung pembangunan kota.
Dengan adanya pelatihan seperti ini, diharapkan para pencari kerja (pencaker) di Pangkalpinang dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang lebih baik, serta membuka peluang baru bagi penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor industri.
(SUMBER : DISKOMINFO)
















