Bupati Banyuasin, Askolani Jasi menyambut positif rencana kerja sama di sektor pangan dengan Pemkab Bangka Barat di bawah kepemimpinan Markus.
Dirinya menyampaikan, Banyuasin punya potensi besar di bidang pertanian. “Kalau di pertanian kita punya potensi padi terbesar di Sumatera Selatan dan 3 besar penghasil padi di Indonesia,” kata bupati Banyuasin dua periode itu.
Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur ini memastikan siap berkolaborasi menindaklanjuti kerja sama dimaksud untuk mengisi pasokan beras di Bangka Barat.
“Soal BUMD pangan khususnya beras, ini segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait antara Pemkab Babar dan Banyuasin. BUMD pangan ini pasti jalan. Kita harus punya jiwa entrepreneur untuk bisa lebih maju,” pungkas Bupati Askolani.
Komitmen Markus memperhatikan ketahanan pangan, termasuk membentuk BUMD pangan selaras dengan instruksi Mendagri Tito Karnavian yang meminta kepala daerah berkontribusi melengkapi kebijakan nasional di bidang pangan.
“Kontribusi daerah dalam memasok pangan akan berangsur-angsur memperkuat otonomi daerah di bidang pangan. BUMD bidang pangan harus dioptimalkan sebisa mungkin,” kata Tito di Jakarta pada 22 Agustus 2025 lalu.
Untuk diketahui, berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Bangka Barat, kekurangan beras di Babar pada tahun 2022 sebanyak 15.041 ton dari kebutuhan 22.726 ton, sementara tahun 2023 terdapat kekurangan 13.394 ton dari kebutuhan 20.197 dan tahun 2024 sebanyak 16.820 ton dari kebutuhan 20.644 ton. (***)
















