SUARAPOS.CO.ID, BANGKA TENGAH – Keluarga korban kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, mengaku tidak hanya terpukul atas perbuatan tersangka W (44) namun juga merasa tertekan oleh sikap keluarga tersangka yang diduga berulang kali meminta agar laporan ke kepolisian dicabut.
Bibi korban menyebut, keluarga tersangka beberapa kali mendatangi pihaknya tanpa menunjukkan rasa bersalah maupun permintaan maaf, melainkan justru mendesak agar laporan dicabut.
“Keluarga tersangka beberapa kali datang dan meminta kami mencabut laporan. Kami merasa sangat terintimidasi, apalagi ada pihak yang mengaku keluarga dan disebut memiliki pangkat, memaksa secara kasar agar laporan dicabut,” ujar bibi korban sambil menahan air mata, Rabu (21/1/2026).
Ia menegaskan, pihak keluarga korban memilih untuk menahan diri dan belum melaporkan dugaan intimidasi tersebut secara resmi, namun berharap tekanan itu segera dihentikan.
“Saya meminta agar keluarga tersangka berhenti mengintimidasi kami. Kami masih memilih diam dan belum mengungkap siapa saja yang terlibat, tapi jangan sampai kami dipaksa melaporkan intimidasi ini ke pihak berwajib,” tuturnya.
Kasus ini mencuat setelah keluarga korban merasa curiga dengan kondisi korban yang kerap mengeluh sakit. Setelah dibawa ke dokter, korban diketahui telah hamil lima bulan, dan hasil pemeriksaan mengarah pada pelaku yang tidak lain adalah pamannya sendiri, sosok yang selama ini dianggap seperti ayah oleh korban.
















