SUARAPOS.CO.ID – Ketua Madrasah MINU Kota Pangkalpinang, Zainuddin angkat bicara terkait pemberitaan yang menyatakan dirinya membuka paksa gembok pagar sekolah.
Kepala Madrasah MINU Pangkalpinang, Zainuddin mengatakan dia membuka gembok pagar sekolah karena terpaksa.
“Pada tanggal 15 – 16 Desember 2023 itu sudah libur semester ganjil, sementara kami dari MINU tetap masuk kantor untuk menyelesaikan laporan keuangan. Pengalaman bila libur pagar terkunci,”ujarnya.
“Tertanggal 23 Nov 2023 kami telah melayangkan surat pengantar untuk LP Ma’arif terkait balasan surat KaSMP yang salah satu item ( no.4 ) kami minta untuk memiliki 1 anak kunci,”sambungnya.
“Hampir satu bulan tidak ada itikad untuk memberi anak kunci, bahkan persoalan membuka pintu pagar agar bebas masuk sehingga keamanan siswa terancam,”jelas Zainuddin.














