Kepala Dinas Sosial Muba, Ardiansyah S.E., M.M., Ph.D., C.M.A., memaparkan tujuh program inovasi unggulan Dinas Sosial dalam upaya menekan angka kemiskinan di Muba:
Pake Kelambu (Perlindungan Ketenagakerjaan, Keluarga Aman Terbantu): Program Jaminan Sosial bagi pekerja rentan untuk mengurangi beban pengeluaran.
Bantu Umak (Bantuan Tunai Untuk Masyarakat Miskin): Program pengurangan beban pengeluaran dalam rangka percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.
Pedas Nia (Peduli Disabilitas Lansia): Program untuk mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan penyandang disabilitas dan lansia.
Bertani (Bantuan Bedah Rumah Tidak Layak Huni): Meningkatkan kesejahteraan melalui perbaikan rumah tidak layak huni.
KUBE/UEP (Kelompok Usaha Bersama): Pemberian bantuan untuk memberdayakan masyarakat miskin agar mandiri secara ekonomi.
Bakul Nasi (Bantuan Permakanan untuk Lansia dan Anak Panti).
PKM (Program Keluarga Maju): Bantuan usaha perorangan untuk meningkatkan permodalan, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan lapangan kerja.
Terpisah, Deputi Kepesertaan Korporasi dan Institusi Ketenagakerjaan, Hendra Nopriansyah, kembali menyampaikan apresiasinya kepada jajaran Pemkab Muba.
“Pemkab Muba sudah melindungi sebanyak 45.000 pekerja rentan untuk kecelakaan kerja dan jaminan kematian. Kami sangat berterima kasih, Pemkab Muba luar biasa dalam menunjukkan kepeduliannya,” tandas Hendra.
Acara Rakor ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Muba Rohman, Forkopimda Kabupaten Muba, Sekretaris Daerah Muba H. Apriyadi, para Staf Ahli dan Asisten, serta Kepala OPD, Camat, dan Kepala Bagian di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Musi Banyuasin. (***)
















