Sekayu, SUARAPOS.CO.ID – ​Roda pemerintahan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) belakangan ini dinilai tengah menghadapi fase krusial.
Kelambatan serapan anggaran dan sejumlah proyek infrastruktur yang belum berjalan optimal memicu sorotan tajam dari berbagai pihak.
Situasi ini diperparah dengan kondisi finansial daerah yang dikabarkan mengalami penurunan, sebuah realitas yang menuntut hadirnya formula kepemimpinan yang matang dan responsif.
​Kondisi ini memantik keprihatinan mendalam dari para elite politik lokal.
Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Muba, Irwin Zulyani, secara terbuka menyatakan rasa mirisnya melihat mandeknya sejumlah agenda strategis daerah.
Penurunan kapasitas fiskal Muba saat ini dinilai memerlukan penanganan serius agar tidak berdampak lebih luas pada kesejahteraan masyarakat.
Nada serupa juga disuarakan oleh Sekretaris DPC PDIP Muba, Ahmadi Dausad, SE, yang memandang perlunya langkah konkret untuk mengembalikan stabilitas pembangunan di Bumi Serasan Sekate.
​Di tengah suasana melambatnya roda pemerintahan tersebut, dinamika politik menjelang kontestasi ke depan justru mulai menghangat.
















