Oleh : Ir. H. Abdullah Rasyid, ME.
SUARAPOS.CO.ID – Tak semua cerita tentang pariwisata di Bali membawa kabar bahagia seperti dalam film Eat, Pray and Love. Di sosial media kerap kita jumpai video-video “menjengkelkan” tentang turis asing, mulai dari pelanggaran lalu-lintas, perbuatan onar, hingga berlaku tak senonoh di situs yang disucikan warga lokal.
Yang lebih menyakitkan, banyak dari mereka beralasan “tidak tahu” atau “mengira ini tidak masalah”. Padahal Bali bukan panggung bebas; ia adalah rumah bagi jutaan jiwa yang hidup dengan adat, spiritualitas, dan rasa hormat terhadap leluhur. Ketidaktahuan bukan lagi alasan ketika informasi tersedia di setiap sudut bandara, hotel, hingga papan pengumuman desa.
















