Pelestarian bangunan bersejarah sebagai bagian dari paket wisata yang memperkaya narasi budaya lokal.
Standardisasi destinasi wisata, yang harus memenuhi kriteria kebersihan, keamanan, dan aksesibilitas.
Kolaborasi lintas sektor, antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, untuk menciptakan sistem pemasaran wisata yang berkelanjutan.
“Pariwisata adalah masa depan Babel. Semua pihak harus patuh pada aturan dan bersinergi untuk mewujudkannya,” pungkas Elvi Diana.
Dengan langkah ini, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkomitmen membangun fondasi kokoh dalam transisi ekonomi, dari yang selama ini berbasis tambang menuju model pembangunan berbasis pariwisata berkelanjutan. (***)
















