“Dari sepuluh titik pembangunan BTS di Sumatera Selatan, dua di antaranya berada di Kabupaten Muba, yaitu Desa Muara Punjung dan Desa Nganti,” jelas Herryandi.
Ia menambahkan bahwa pembangunan ini merupakan program murni Telkomsel di luar program Nasional Telecommunications & Information Technology (N3T).
Lucia, perwakilan dari Telkomsel, menjelaskan bahwa koordinasi efektif telah terjalin dengan Komdigi pusat.
“Kami menerima daftar usulan, melakukan analisis internal, dan kemudian melanjutkan dengan asesmen di lapangan,” ujarnya.
Fithriana dari Telkomsel Sumsel menambahkan bahwa proses pemetaan bersifat dinamis dan siap disesuaikan dengan kondisi lapangan.
Beni Asmara dari Telkomsel mengonfirmasi bahwa kedua lokasi BTS di Muba tersebut akan dibangun pada tahun 2025 melalui program rutin Telkomsel.
“Kami berkomitmen untuk meningkatkan jangkauan dan kualitas layanan telekomunikasi di wilayah ini, termasuk 56 desa di Muba yang masih blankspot,” tegas Beni.
Ibu Fajar Prasanti, Ketua Tim Akselerasi Komdigi, menekankan pentingnya pembaruan informasi terkini terkait infrastruktur pendukung seperti listrik dan akses jalan.
Selain itu, Komdigi juga akan menawarkan usulan 56 desa blankspot dari Muba ini kepada penyedia layanan telekomunikasi lainnya untuk mempercepat pembangunan BTS di Musi Banyuasin. “Evaluasi menyeluruh harus dilakukan secara berkesinambungan,” imbuhnya.
Rapat koordinasi ini juga dihadiri oleh Sekretaris Dinkominfo Muba dan tim teknis, menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah.
Dengan langkah konkret ini, Musi Banyuasin semakin optimis menyongsong era digital yang lebih terang dan terhubung.
Mari bersama-sama wujudkan Muba bebas blankspot dan menjadi Muba yang lebih terhubung. (***)
















