“Pagelaran lintas generasi ini menjadi jembatan antara pelajar dengan para pelaku seni Dambus. Kami juga memberikan penghargaan kepada musisi yang selama ini menjaga Dambus tetap hidup, katanya.
Apresiasi tersebut diwujudkan melalui Kek Santunan untuk Musisi Dambus, sebagai bentuk penghargaan kepada para pelaku seni yang telah berkontribusi dalam mempertahankan dan melestarikan kesenian Dambus.
Kemeriahan acara juga akan diisi penampilan khusus dari 11 sekolah percontohan Program MKDS 2026. Sekolah tersebut yakni SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 5, SMPN 6, SMPN 7, SMPN 8, SMPN 9, SMPN 10, SMP Budi Mulia, dan SMP Muhammadiyah.
Pagelaran Dambus tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-269 Kota Pangkalpinang.
Darwin berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi panggung pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang ekspresi bagi pelajar sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan budaya Pangkalpinang kepada masyarakat luas.
“Kami ingin Wilhelmina Park menjadi ruang budaya yang hidup. Dari sekolah, anak-anak belajar, kemudian tampil dan memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat,” pungkasnya.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang menargetkan ribuan masyarakat hadir menyaksikan pagelaran tersebut.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari BAZNAS, Bank Sumsel Babel Syariah, serta sejumlah sponsor daerah. (Suf)
















