Ia juga mengimbau para kades baru untuk segera menjalin koordinasi erat dengan perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan seluruh elemen masyarakat.
“Ini semua demi mempercepat proses pembangunan, pemberdayaan, dan pelayanan publik,” tegas Toha.
Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya persatuan di atas segalanya. Kepala desa diminta untuk merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali, menghapus sekat-sekat politik pasca-pemilihan, serta membangun hubungan harmonis dengan semua lembaga desa.
“Tidak ada lagi kelompok pendukung. Semua warga desa harus diperlakukan sama, dilindungi, dan dilayani dengan adil,” tegasnya lagi.
Pelantikan ketiga kades PAW ini merupakan bagian dari mekanisme pengisian kekosongan jabatan akibat pengunduran diri atau wafatnya kepala desa sebelumnya.
Mereka akan melanjutkan masa jabatan hingga tahun 2030. Bupati Toha mengingatkan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Jadikan momentum ini sebagai awal pengabdian untuk bangsa, negara, dan masyarakat desa masing-masing,” ujarnya. (***)Â
















