Kondisi ini tentu sangat disayangkan, mengingat posisi strategis Masjid Raya yang berada tepat di pinggir jalan perlintasan utama.
“Banyak jemaah dari luar kota yang ingin singgah untuk salat, namun miris melihat kondisi masjid kita seperti ini,” tambah Ahmad.
Ia sangat berharap agar pihak terkait segera mengambil tindakan cepat, bahkan melakukan rehabilitasi total terhadap Masjid Raya Sekayu. Hal ini penting agar masjid kebanggaan masyarakat ini dapat berfungsi kembali secara normal dan layak.
Sebagai informasi, pembangunan Masjid Raya Sekayu ini dimulai sejak tahun 2013 dan dilaksanakan dalam dua tahap, diawali dengan penimbunan. Pembangunannya saat itu didanai melalui APBD Muba tahun 2013-2014 dengan anggaran mencapai puluhan miliar rupiah. (***)
















