Tidak hanya itu, panitia juga menyediakan hadiah lain seperti uang tunai untuk juara II (Rp 3,5 juta) dan III (Rp 2,5 juta), serta hadiah hiburan lain seperti sepeda BMX dan kompor gas.
Lebih dari sekadar kompetisi, Endang Saputra menjelaskan bahwa balap ketek ini juga berfungsi sebagai media sosialisasi.
“Melalui event ini, kami ingin menyebarkan kesadaran tentang pentingnya menjaga Sungai Musi dari praktik illegal fishing, demi keberlanjutan alam dan kehidupan nelayan,” jelasnya.
Sebagai daerah yang dikenal sebagai lumbung ikan air tawar, Musi Banyuasin terus berkomitmen melestarikan tradisi nelayan dan semangat gotong royong.
Balap Ketek Bajemo Open Race menjadi bukti nyata bagaimana masyarakat Muba merayakan kemerdekaan dengan cara yang kreatif dan bermakna. (***)
















