Oleh : Puja Permata Ismi
Mahasiswi UBB Prodi Agroteknologi
BERDASARKAN data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tahun 2023, produksi Cabai Keriting di Negeri Serumpun Sebalai mencapai 63.140 kuintal atau produksi tertinggi yang pernah diproduksi oleh petani.
Diurutan kedua Ketimun dengan jumlah produksi 59.677 kuintal dan Cabai Rawai diurutan ketiga dengan jumlah 55.080 kuintal.
Berdasarkan data dari 7 kabupaten/kota, Kabupaten Bangka Tengah menghasilkan 35.572 kuintal disusul oleh Kabupaten Bangka sebanyak 18.269 kuintal.
Hanya Kota Pangkalpinang yang tidak memproduksi Cabai Keriting dikarenakan keterbatasan lahan untuk menanam.
Akibatnya, pelaku usaha budidaya tanaman tersebut memilih di daerah dekat dengan Kota Pangkalpinang yaitu Kabupaten Bangka dan Bangka Tengah.
Tanaman Cabai Merah merupakan tanaman semusim (annual). Namun di daerah beriklim tropis sebenarnya tanaman ini mempunyai potensi hidup dan menyelesaikan daur hidupnya hingga 1 tahun.
Ada beberapa varitas cabai merah lokal yang dikenal mampu tumbuh dan berproduksi selama 1 tahun.
Namun sejak diperkenalkan varitas-varitas hibrida yang di disain untuk mengoptimalkan produktivitas dalam 1 musim, banyak petani lebih memilih menggejot panen dalam 1 musim dengan masa petik antara 18 hingga 24 kali.
Setelah tanaman mengalami penurunan kualitas hidup yang drastis karena penuaan sel-sel (senescence), baik karena tekanan lingkungan, hama dan penyakit, maupun karena pertimbangan ekonomis oleh petani hingga akhirnya selesailah 1 siklus hidup tanaman tersebut.
Ada beberapa teknik yang pernah digunakan oleh petani untuk memperpanjang masa panen cabai hingga 2 sampai 3 periode. Bukan hal yang mustahil jika tanaman cabai mampu hidup dan berproduksi selama hampir 1 tahun.
Pada prinsipnya tanaman cabai keriting mempunyai potensi umur hingga 15 bulan jika kebutuhan nutrisinya tepenuhi dengan tepat, kondisi lingkungan mendukung, gangguan hama dan penyakit terkendali.
Setelah periode petik pertama usai, tanaman masih dapat ditumbuhkan tunas-tunasnya, dipelihara hingga berbunga dan berbuah lagi. Periode panen yang kedua ini bisa jadi buahnya lebih lebat dibanding yang pertama. Total panen yang dihasilkan pun meningkat antara 50 % sampai 80%.
Dalam upaya peningkatan produksi cabai keriting di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, teknik yang digunakan sebenarnya menitik beratkan pada manajemen fase tanaman dan pemupukan bersiklus.
















