SUARAPOS.CO.ID, YOGYAKARTA — Tiga puluh tahun setelah gugurnya wartawan Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali memperkuat perjuangan agar wartawan yang dikenal berani memperjuangkan kebenaran tersebut ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.
Momentum 30 tahun gugurnya Udin diperingati PWI DIY pada Jumat (14/8/2026) dengan dua agenda utama. Pertama, peresmian Aula Fuad Muhammad Syafruddin (Udin) di Kantor PWI DIY, Jalan Gambiran 45, Yogyakarta. Kedua, pemasangan tetenger di makam Udin di Astono Girimulyo, Demangan, Dusun Gedongan, Tri Renggo, Bantul.
Kegiatan tersebut dihadiri keluarga Udin, di antaranya sang istri, Marsiyem, dan adiknya, Nur Fauzan. Hadir pula Sekretaris Dewan Kehormatan PWI DIY Prof Edy Suandi Hamid MEc, Anggota Dewan Pakar PWI DIY Ahmad Subagyo, Dr Achiel Suyanto SH MHum MBA, Dra Esti Susilarti MPar, Anggota Dewan Kehormatan PWI DIY Dr Octo Lampito MPd, Kepala Dinas Kominfosan Kota Yogyakarta Tri Hastono, serta Ketua Tim Pencari Fakta Kasus Udin, Masduki Attamimi.
















