Scroll untuk baca berita
Suarapos.co.id
Suarapos.co.id
Suarapos.co.id
Suarapos.co.id
Suara MurataraSumsel

28 Sekolah di Muratara Terendam, Aktivitas Belajar Mengajar Lumpuh Total

86
×

28 Sekolah di Muratara Terendam, Aktivitas Belajar Mengajar Lumpuh Total

Sebarkan artikel ini

SUARAPOS.CO.ID MURATARA – Sebanyak 28 sekolah di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Provinsi Sumatera Selatan terendam banjir.

Banjir melanda Muratara diakibatkan air Sungai Rawas meluap. Akibatnya aktivitas belajar mengajar lumpuh total.

Selain merendam bangunan sekolah, ratusan rumah wargapun ikut jadi sasaran luapan air sungai.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas Utara, Zazili mengatakan bahwa saat ini setidaknya ada 28 Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tersebar di tujuh kecamatan terendam banjir.

Secara rinci Zazili menjelaskan 28 sekolah yang terendam banjir antara lain SDN Biaro Baru, SDN 4 Bingin Teluk, SDN 1 NOMAN, SDN 1 Karang Dapo, SDN Pantai, SDN 3 Muara rupit,
SDN 2 Maur, SDN Biaro Lama.

Baca Juga  Kompak, Petani Sumsel - Lampung Belajar Bersama Perbaiki Sistem Budiaya Tanaman Kopi

Selain itu SDN 2 Karang Dapo, SDN karang Anyar, SDN 1 Rantau Kadam,
SDN1 Lesung Batu, SDN kertasari, SDN Mandi Angin, SDN Kerta Dewa, SDN Lubuk Rumbai, SDN Terpadu Translok Pauh, SDN 2 Lesung Batu, SDN 1 Remban, dan SDN Belani.

Sementara sekolah menengah yang terendam banjir antara lain SMP Negeri Karang Anyar, SMP Negeri Terpadu Translok Pauh, SMP Negeri Pangkalan, SMP Negeri Pulau Lebar SMP Negeri Napalicin SMP Negeri karang Dapo, SMP Negeri 1 Muara Rupit danS MP Negeri Pulau Kidak.

“Saat ini kami masih terus melakukan pendataan, kemungkinan jumlah sekolah yang terendam banjir akan terus bertambah mengingat curah hujan masih cukup tinggi dan debit air terus naik,” tambahnya.

Baca Juga  Pemkot Lubuklinggau Gelar Rakor Peningkatan Kinerja Seluruh OPD

Untuk itu dirinya menginstruksikan pada para kepala sekolah yang sekolahnya terendam banjir agar menghentikan sementara aktifitas belajar dan mengajar sampai air surut.

“Saya himbau agar siswa diliburkan sementara sampai banjir surut,” pungkasnya. (dhia/suarapos)

 

Suarapos.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!