Sedangkan untuk jangka menengah, Maryam menyoroti kebutuhan ruang kelas baru di SMAN 2 Mendo Barat, mengingat jumlah siswa terus meningkat setiap tahun. Adapun untuk jangka panjang, ia menilai perlu adanya rumah dinas guru.
“Banyak guru yang bertugas di SMAN 2 Mendo Barat ini berasal dari Pangkalpinang, Sungailiat, hingga Jebus. Sebagian harus bolak-balik, ada juga yang ngontrak, sehingga menambah beban mereka. Usulan rumah dinas guru ini sangat penting agar guru lebih nyaman dalam menjalankan tugasnya,” jelasnya.
Selain persoalan pendidikan, Maryam juga meninjau tambatan perahu nelayan di Desa Kota Kapur yang sudah roboh akibat abrasi dan tidak berfungsi selama delapan tahun. Warga setempat bahkan terpaksa membangun jembatan darurat dari papan yang diikat tali.
“Kalau dibiarkan lebih lama, ini justru berbahaya bagi nelayan karena tambatan itu urat nadi aktivitas mereka. Reses ini pakai uang rakyat, maka aspirasi rakyat harus kita serap dan ditindaklanjuti. Tidak selalu harus berupa bangunan, bisa juga berupa regulasi atau kebijakan, tapi yang jelas harus ada hasilnya,” tegas Maryam.
Ia menambahkan, seluruh aspirasi yang masuk akan dipetakan sesuai skala prioritas dengan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah. (*)
















