“Kami memiliki harapan besar agar program ini tidak hanya meningkatkan hafalan, tapi yang paling penting adalah memperbaiki perilaku dan memberikan bekal rohani yang solid bagi mereka saat kembali berinteraksi dengan masyarakat,” tegas Aris.
Senada dengan itu, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Binadik dan Giatja), Fiqih Utama, menyampaikan bahwa respons dari warga binaan sangat positif.
“Kami melihat mereka merasakan ketenangan batin. Semoga motivasi ini terus mendorong mereka untuk menjadi pribadi yang jauh lebih baik selama menjalani proses pembinaan di sini,” tambah Fiqih.Â
Melalui program ini, Lapas Sekayu berupaya memastikan bahwa para peserta tidak hanya mahir menghafal ayat suci, tetapi juga mampu menginternalisasi dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan mereka sehari-hari, sebagai kunci menuju pembinaan yang menyeluruh dan kembali menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat. (***)
















