SUARAPOS.CO.ID, KOBA – Masih banyak kasus bullying atau perundungan yang dialami siswa di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kerugian akibat perundungan tidak hanya dialami korban dan pelaku, sekolah juga mengalami kerugian karena dianggap belum bisa mengatasi perundungan. Hingga kini masih banyak guru yang butuh pemahaman bagaimana cara mencegah dan menangani korban dan pelaku.
Hal ini disampaikan peneliti, praktisi pendidikan Babel yang juga mahasiswa doktoral pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Rokayah, saat menjadi narasumber dalam “Workshop Cegah Bullying” yang dilaksanakan Yayasan Khoiru Ummah Bangka Belitung di Gedung BKPSDM Kabupaten Bangka Tengah, Senin (9/3/2026).
Kegiatan yang diikuti 150 guru PAUD/TK,SD dan SMP se-Bangka Tengah secara resmi dibuka langsung Kepala Dinas Pendidikan Bangka Tengah, Indrawadi.
















