SUARAPOS.CO.ID, PANGKALANBARU — Ironi kemanusiaan terjadi di Desa Jeruk, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah. Warga mengaku tidak memiliki lahan pemakaman Islam, hingga dalam beberapa kasus jenazah terpaksa dimakamkan di kebun pribadi karena kebingungan mencari tempat pemakaman.
Fakta memprihatinkan ini mencuat dalam kegiatan penyerapan aspirasi Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Me Hoa, yang digelar di Kantor Desa Jeruk, Jumat sore (16/01/2026).
“Kalau ada warga meninggal, kami bingung mau dimakamkan di mana. Kuburan Islam tidak ada. Pernah ada yang dimakamkan di kebun sendiri,” ungkap salah seorang warga di hadapan forum reses.
Keluhan ini menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut. Selain krisis lahan pemakaman, warga juga menyampaikan aspirasi lain seperti rehabilitasi masjid di RT 1 dan RT 9 yang mengalami kerusakan dan kebocoran, serta kebutuhan mobil jenazah untuk pelayanan sosial masyarakat.
Menanggapi keluhan tersebut, Me Hoa menyampaikan sikap tegas. Ia menyebut persoalan pemakaman bukan sekadar isu teknis, melainkan masalah kemanusiaan yang tidak boleh diabaikan.
“Kita tidak bisa membiarkan warga kebingungan saat anggota keluarganya meninggal dunia. Ini darurat kemanusiaan dan harus segera dicarikan solusi,” tegas Me Hoa.
















