Scroll untuk baca berita
Suarapos.co.id
Example floating
Example floating
Suarapos.co.id
Suarapos.co.id
Bangka

Warga Empat Desa di Bangka Pertanyakan Dana Kompensasi SHP

32
×

Warga Empat Desa di Bangka Pertanyakan Dana Kompensasi SHP

Sebarkan artikel ini

BANGKA – Warga empat di Kecamatan Belinyu dan Riausilip Kabupaten Bangka, mempertanyakab dana kopensasi dari aktifitas penambangan timah Sisa Hasil Pengelolahan (SHP) di Perairan Teluk Kelabat Dalam.

Aktivitas penambangan timah tersebut dilakukan oleh salah satu perusahaan mitra PT. Timah Tbk di periaran Desa Pangkalniur Kecamatan Riausilip, Desa Lumut, Desa Riding Panjang Kecamatan Belinyu. Keluhan warga tersebut disampaikan warga langsung kepada Kepala Desa masing – masing.

Kades Pangkalniur Kecamatan Riausilip Gunawan mengatakan, pemerintah desa belum menerima surat pemberitahuan dari CV mitra PT. Timah Tbk. Namun dia menyayangkan CV tersebut telah melakukan aktifitas penambangan sejak satu bulan terakhir.

Bahkan pihaknya masih mengantongi hasil musyawarah Desa yang menyatakan perairan Pangkalniur bebas tambang. 

Baca Juga  HPN 2024: Tere Jadi Narasumber Workshop Cegah Bullying di Pulau Bangka

“Setahu kami tidak ada. Kalau kompensasi ke desa Berbura langsung ke pihak desa Berbura. Pihak kami belum ada menerima surat atau kunjungan dari CV ke desa kita,”ujar Gunawan.

“Kita punya Musdes tahun 2019 yang menyatakan menolak aktifitas penambangan di wilayah Pangkal niur. Dan masih berlaku Musdes tersebut,”tambah Gunawan. 

Sementara Kades Berbura Samsuri menegaskan, untuk di Desa Berbura pihak CV telah melakukan sosialisasi kepada warga. Namun untuk kopensasi kepada warga belum ada dengan alasan belum berjalan.

“Berkenaan dengan CV, sosialisasi kalau ke Desa Berbura sudah pernah. Kalau kompensasi belum ada, karena pihak CV pun belum beroperasi di wilayah Desa Berbura, itu menurut informasi yang saya terima,”kata Samsuri. 

Baca Juga  Taufik Koriyanto Komitmen Serap Aspirasi Masyarakat Melalui Reses

Begitu juga keterangan yang di terima dari Kades Riding Panjang, Surya Darma, pihak CV pernah melakukan sosialisasi kepada warga pada tahun lalu.

“Dulu pernah sosialisasi, tapi tahun kemarin untuk bekerja di Dante saja. Kalau dulu rencananya ada untuk warga. Kalau sekarang nggak tahu juga. Hanya waktu bertemu cuma ngasih tahu saja mau bekerja,”terangnya.

Sementara itu Kades Lumut, melalui Kadus Tanjung Batu Ismail mengungkapkan, para warga Lumut termasuk Dusun Tanjung Batu belum pernah dilakukan sosialisasi apalagi menerima kompensasi dari pihak CV.

“IUP CV itu masuk lah daerah kami Tanjung Batu. Ada sekitar kurang lebih 40 unit ponton lah mereka. Sosialisasi ke desa ataupun warga seingat saya belum ada, sudah sekitar 3 bulanan ini,”katanya.

Baca Juga  Ribut Antara Pengurus Tambang: Miri Tergeletak Bersimbah Darah

“Janjinya itu saya sendiri dengar itu 10 persen hasil diserahkan ke warga. Sampai sekarang nggak ada. Ada juga warga yang nanya-nanya ke saya terkait hal itu. Kalau menurut informasi yang saya temukan CV itu pakai sistem SHP,”bebernya.

“Intinya ke Desa itu belum ada, tapi sudah bekerja lah CV itu. Warga saya banyak ke laut tahu semua informasinya,”jelas Ismail.

Sementara pihak CV dan Dirut PT. Timah Tbk hingga berita ini dipublis masih diupaya konfirmasi. (edho)

Sumber : kabarbuletin.com/ CMNNEWS.ID

Suarapos.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *