“Satu tiang kita patah, terus kabel yang dari trafo itu putus,” ujarnya.
Sehingga sambung Tedi, dampak kerusakan tersebut membuat aliran listrik padam. Terdampak di zona 1 yang meliputi daerah Petanang, Simpang Periuk dan hingga ke Simpang Bandara.
“Kalau bebannya di hampir 2 mega di 60 ampere. Nah kalau 2 mega itu sekitar 10 ribuan pelanggan (terdampak). Padamnya 5 jam 15 menit,” jelasnya.
Tedi mengungkapkan, pasca kejadian pihaknya langsung melakukan pengamanan di lokasi. Sekaligus tambahnya pagi, jam 7 pagi petugas sudah membawa material pengganti.
“Pekerjaan sudah selesai, tinggal kami penormalan. Lagi koordinasi ke Lahat. Cuma masih ada 1 trafo yang masih padam karena GTM putus. Itu mau rencana diganti,” bebernya.
















