banner hut pemkot
previous arrow
next arrow
Pangkalpinang

Sosialisasi Dampak Bullying dan Bahaya Pergaulan Bebas di SMPN 7 Pangkalpinang

×

Sosialisasi Dampak Bullying dan Bahaya Pergaulan Bebas di SMPN 7 Pangkalpinang

Sebarkan artikel ini

SUARAPOS.CO.ID, PANGKALPINANG – Ketua TP PKK Kota Pangkalpinang sekaligus Bunda Forum Anak, Susanti Saparudin, S.E., bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Pangkalpinang serta Forum Anak Pangkalpinang memberikan sosialisasi terkait bullying dan pencegahan pergaulan bebas kepada pelajar SMP Negeri 7 Pangkalpinang, Selasa (27/1/2026).

Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran siswa agar menjadi Generasi Keren Tanpa Bullying dan Pergaulan Bebas. Susanti menekankan pentingnya menghentikan segala bentuk perundungan di lingkungan sekolah. Ia menegaskan bahwa bullying tidak bisa dianggap sebagai candaan apabila sudah menimbulkan rasa sakit hati atau ketakutan.

Baca Juga  Muscab Golkar Pangkal Balam, Raimah Terpilih Jadi Ketua Tepat di Hari Ultah ke-46

“Teman itu dirangkul, bukan dipukul. Bullying bukan sekadar bercanda. Kalau sudah ada yang merasa sakit hati atau takut, itu sudah termasuk penindasan,” ujar Susanti.

Ia menjelaskan bahwa bullying memiliki berbagai bentuk, mulai dari fisik seperti memukul, verbal seperti mengejek nama orang tua, hingga cyber bullying melalui komentar jahat di media sosial. Dampak dari perilaku tersebut dinilai sangat serius karena dapat menyebabkan korban depresi, enggan ke sekolah, bahkan mengalami trauma berkepanjangan.

“Anak-anak jangan hanya jadi penonton. Jadilah upstander, pembela kebenaran. Kalau melihat ketidakadilan, laporkan kepada guru,” tegasnya.

Baca Juga  Lusje Hadiri UMKM Award 2024

Selain itu, Susanti juga mengingatkan siswa agar mampu menjaga diri dari pergaulan bebas. Menurutnya, masa SMP merupakan masa transisi yang penuh rasa ingin tahu sehingga perlu diimbangi dengan prinsip dan batasan yang kuat.