JAKARTA – Rapat gabungan Bidang dan Komisi Pendidikan PWI serta Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI), telah menyepakati garis besar Rencana Induk (grand design) program Pendidikan Jurnalisme PWI 2023–2028.
“Bobot keseluruhan pendidikannya 60 % praktik dan 40 % teori. Kurikulumnya tetap merujuk kurikulum model UNESCO tahun 2007, tapi disesuaikan dengan perkembangan jurnalisme kekinian,” kata Marah Sakti Siregar, ketua Komisi Pendidikan PWI Pusat, seusai rapat yang dilaksanakan di kantor PWI Pusat di Jakarta, Selasa (31/10/2023).
Ia menjelaskan, unsur tambahan yang ditekankan dalam kurikulum baru pendidikan jurnalisme PWI itu nanti adalah praktik jurnalisme multitasking, penguatan nilai integritas, independensi, daya kritis (critical thinking) dan wawasan kebangsaan.
















