SUARAPOS.CO.ID, PANGKALPINANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan harga pangan di Kota Pangkalpinang. Meningkatnya kebutuhan bahan pangan disebut menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga di tingkat pasar.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Pangkalpinang, Samri, mengungkapkan bahwa lonjakan harga tidak hanya dipicu oleh tingginya permintaan akibat program MBG, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor distribusi dan produksi.
“Permintaan meningkat, dan pedagang melihat ini sebagai momentum sehingga harga ikut naik,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah komoditas seperti kentang, wortel, dan cabai masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Kondisi ini membuat harga sangat sensitif terhadap biaya transportasi, terutama di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Di sisi lain, komoditas lokal seperti bayam, kangkung, dan kacang panjang relatif lebih stabil karena dipasok langsung oleh petani setempat tanpa melalui jalur distribusi panjang.
Namun demikian, petani lokal juga tidak luput dari tekanan. Kenaikan harga pupuk dan keterbatasan pasokan menjadi tantangan tersendiri yang berdampak pada meningkatnya biaya produksi.
















