SUARAPOS.CO.ID, PANGKALPINANG — Wakil Bendahara DPP PDI Perjuangan, Rudianto Tjen, menegaskan komitmen PDI Perjuangan sebagai partai penyeimbang yang akan terus mengawal kebijakan pemerintah agar tetap berpihak kepada kepentingan rakyat.
Ia memastikan, meski tidak lagi mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI pada Pemilu 2029, dirinya tetap berada di barisan perjuangan partai.
Hal itu disampaikan Rudianto saat menghadiri Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan se-Kota Pangkalpinang di Gedung DPD PDI Perjuangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (9/2/2026).
“PDI Perjuangan di pemerintahan sebagai penyeimbang. Semua kita kawal. Kalau ada kebijakan yang aneh-aneh dan merugikan masyarakat, pasti akan kita sampaikan dan kita perjuangkan,” tegas Rudianto.
Rudianto juga menekankan pentingnya militansi kader serta proses regenerasi di tubuh partai. Menurutnya, kader yang tidak terpilih dalam kontestasi politik bukan berarti terbuang, melainkan bagian dari strategi pembinaan dan penguatan organisasi.
“Yang tidak terpilih bukan kader yang terbuang. Ini instruksi partai untuk regenerasi. Kader harus tetap setia di PDI Perjuangan dan terus membela kepentingan rakyat,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh ruang kepemimpinan ke depan telah diserahkan kepada kader muda.
Meski demikian, dirinya tetap akan mengawal dan membantu kader PDI Perjuangan di Bangka Belitung, termasuk mereka yang memiliki cita-cita maju sebagai kepala daerah maupun wakil kepala daerah pada masa mendatang.
















